Laman

Tampilkan postingan dengan label ayam kampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ayam kampung. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Desember 2014

Jenis - jenis ayam kampung petelur

  1. Ayam kampung diperkirakan berasal dari keturunan ayam hutan merah (Gallus gallus) dan  ayam hutan hijau (Gallus varius) perkiraan ini diperkuat dengan adanya warna hijau yang dominan pada  bulu ayam di sekitar leher dan warna kemerah-merahan ditubuhnya. 
    ayam kampung
  2. Ayam kedu berasal dari Desa Kedu Kec. Kedu Kab. Temanggung, merupakan unggas yang cukup bagus, ayam ini termasuk dwifungsi yakni termasuk jenis ayam pedaging dan ayam petelur.  Berdasarkan warna bulunya ayam kedu dibedakan menjadi : ayam kedu hitam, ayam kedu cemani, ayam kedu putih, ayam kedu merah.
    ayam kedu merah
  3. Ayam Nunukan, Ayam Pelung dan Ayam Wareng. Ayam nunukan berasal dari Pulau Tarakan Kalimantan Timur.  Ciri fisik ayam nunukan warna bulunya merah kekuningan, paruh dan kakinya berwarna kuning atau putih kekuningan, pertumbuhan bulu sayap dan bulu ekor tidak sempurna, jengger dan pial berwarna merah berbentuh wilah dan bergerigi delapan buah pada jenggernya.  Ciri fisik ayam pelung tubuhnya berukuran besar, tegap dan temboloknya menonjol, kakinya panjang, kokoh dan paha berdaging tebal, jengger ayam betina tidak berkembang baik, warna bulu kuning bercampur merah dan sedikit serabut hitam, ayam jantan memiliki suara kokok yang khas.  Ayam wareng memiliki bulu yang terdiri campuran warna hitam, blorok (belang-belang putih dan hitam) dan putih, ayam jantan memiliki leher dan kepala berukuran kecil serta kaki panjang dan ramping.
    ayam pelung
  4. Ayam Arab berasal dari Belgia, dari penampilan fisiknya ayam ini mempunyai kepala yang bentuknya seolah-olah berkerudung putih, gerak geriknya gesit, gemar bercengkerama dan warna bulu dibadannya tampak menarik dengan kombinasi warna keperakan.
    ayam arab
  5. Ayam Poncin merupakan persilangan ayam arab jantan dengan ayam kedu betina, memiliki bulu yang beragam yakni hitam, merah dan keputih-putihan.
    ayam pocin

Jenis penyakit ayam kampung dan cara mengatasinya

Beberapa jenis penyakit yang biasa menyerang ayam kampung sebagai berikut :
1. Pilek (snot) disebabkan oleh bakteri Haemophilus gallinarum.
Gejala :
  •  sering mengeleng-gelengkan kepala sembari bersin-bersin
  • dari kedua lubang hidung dan matanya keluar cairan
  • wajah membengkak dan tampak pucat
  • berat badan merosot tajam karena tidak mempunyai nafsu makan 
Pencegahan : jika didalam kandang ayam sudah ada yang terserang pilek secepatnya dikarantina atau dipisahkan dari ayam yang sehat, memberi antibiotik seperti Streptomycin atau sulffanilamida kepada ayam yang masih sehat.
Pengobatan : Ayam yang terserang pilek diberi obat atau kapsul antisnot Neo Tetramycin 25 sesuai dosis yang tertera pada kemasan, selain itu bisa juga disuntik dengan Streptomycin sebanyak 0,2 cc per hari dilakukan selama 3 - 5 hari.

2. Gumboro (IBD)
Gejala : 
 * hilang selera makan
 * gerakannya lesu dan tidak terkendali
 * terjadi peradangan pada selaput dubur
 * diare dan tubuhnya gemetar
Pencegahan : vaksinasi antigumboro dan pemberian antibiotik, mencegah    stress pada ayam dan  menjaga kesehatan ayam.

3. Tetelo (ND) disebabkan oleh virus Myxovrus multiforme. Penyakit ini paling sering menyerang ayam.
Pencegahan : bisa dilakukan dengan vaksinasi ND dan selalu menjaga kebersihan kandang.

4. Berak kapur atau berak putih disebabkan bakteri salmonella pullorum.
Gejala : 
* kotoran encer dan berwarna putih mirip kapur
* kematian pada anak ayam yang baru menetas 
* diare terus menerus
Pencegahan : menjaga kebersihan kandang, semua peralatan kandang harus dicuci dan dikeringkan setiap saat, rutin memberikan obat cacing kepada anak ayam.
Pengobatan : menggunakan antibiotik neoterramycin 25 soluble power, jika penyakit dalam fase sedang pemberiannya dilakukan dengan cara diteteskan sedangkan jika sudah parah diberikan dengan cara penyuntikan.

5. Mareks 
Gejala : kelumpuhan pada kaki, sayap, saluran pernapasan dan leher, pada alat reproduksi tumbuh benjolan.
Pencegahan : vaksinasi anti mareks pada DOC dan menyucihamakan kandang dengan desinfektan.

6. ILT
Gejala : mata dan lubang hidung ayam akan mengeluarkan lendir bercampur darah, ayam terlihat susah bernafas, kepala dan leher ayam sering dijulurkan dengan paruh dibuka lebar agar bisa memghirup udara sebanyak-banyaknya

7. Cacar unggas 
Gejala : muncul benjol-benjolan atau bintik-bintik berisi nanah lalu mengeras dan warnanya berubah menjadi merah kehitaman.
Pencegahan : vaksinasin forl fox 
Pengobatan : membersihkan benjolan-benjolan yang berisi nanah dengan air hangat kemudian diberi methylene blue atau yodiumtinctuur 2.

8. Cacingan
Pencegahanya : sebaiknya diberikan ayam obat anticacing.

9. Berak darah
Gejala : kotoran ayam mengandung darah, penampilan bulu-bulu ayam terlihat kusam, kasar dan pucat, pertumbuhan badan ayam terhambat.
Pengobatan : diberi tetra chlorine, noxal dan trisulfa

10. Kutu
Gejala : helaian bulu rontok, tangkai bulu akan melapuk dan hancur dengan sendirinya.
Pencegahan : dengan cara menjaga kebersihan kandang, menyeprotkan larutan 
Sevin atau fumigasi kandng dengan insektisida nicotine sulfatbdcan black leaf.

11. Stres
Penyebab ayam stres : sedang sakit, perubahan cuaca, terkejut, kualitas dan jumlah pakan berubah serta gangguan binatangliar.
Pencegahannya : suasana kandang dibuat senyaman mungkin, bersih, jauh darisuara bising dan lingkungan disekitar kandang cukup aman, hindari pergantian komposisi dan mutu pakan sehari-hari.